Elliptical Sentence -- Penggunaan kata "Juga" So/Too atau Neither/Either

Elliptical Sentence -- Penggunaan kata "Juga" So/Too atau Neither/Either

Elliptical Sentence

Assalamualaikum Warahmaatullahiwabarakaatuh

Dalam bahasa indonesia kita mengetahui yang namanya kata "juga", yang bertujuan untuk memberitahukan keadaan yang sama dengan lawan bicara. Hal ini digunakan agar kalimat yang dibangun lebih efektif dan tidak mengulang kata-kata yang sama. Dalam bahasa Inggris hal seperti itu disebut dengan Elliptical Sentence.

Elliptical Sentence merupakan penggabungan dua buah kalimat yang memiliki unsur sama, dengan tujuan untuk membuat kalimat efektif dan menghilangkan pengulangan kata yang tidak diperlukan.

Kalimat Elliptical Sentence ini sama seperti kalimat-kalimat yang lainnya yang memiliki jenis-jenis kalimat, yaitu kalimat positif dan kalimat negatif. Antara kalimat positif dan negatif memliki perbedaan dalam penggunaan kata-katanya. Kita bahas di bawah ini .

Sebelum kita masuk ke struktur kalimat positif dan negatif kita menentukan dahulu waktu yang digunakan. Jadi harus mengetahui to be, auxiliary verb atau modal yang digunakan.

1. Kalimat Present
S + to be (is,am,are) + O, So + to be (is,am,are) + S atau
S + to be (is,am,are) + O, S + to be (is,am,are) + Too

2. Kalimat Lampau
S + V2 + O, So + did + S atau
S + v2 + O, S + did + Too

3. Kalimat kebiasaan(always,usually,etc)
S + always +v1(s/es) + O, So +do/does + S atau

S + always +v1(s/es) + O, S + do/does +Too

4. Kalimat Future (yang akan datang)
S + will + v1 + O ,So + will + S atau
S + will + v1 + O, S + wiil +Too

Kalimat Positif

Kalimat positif pada Elliptical Sentence memiliki 2 bentuk. Yaitu menggunakan "So" atau dengan "Too", dua kata tersebut sama artinya, jadi pilih salah satu ketika menggunakan.

Kalimat Positif - So

Kalimat positif dengan menggunakan kata "So" yang berada di awal kalimat penyama.Dalam kalimatnya memiliki struktur penulisan seperti dibawah ini :
(Kalimat positif), so + to be/auxiliary verb + subject
 Contoh kalimat :
  1. Yusuf is eating rice, so is Adam (Yusuf sedang makan nasi, begitu juga Adam) 
  2. Iddris always study science, so does Saleh (Iddris selalu belajar inggris, begitu juga Saleh)
  3. Maryam will go to Solo, so will I (Maryam akan pergi ke Solo, begitu juga saya)
  4. Sulaiman ate breaf yesterday, so did Musa (Sulaiman makan roti kemarin, begitu juga Musa)

Kalimat Positif - Too

Kalimat positif dengan menggunakan kata "Too" yang berada di akhir kalimat penyama.Dalam kalimatnya memiliki struktur penulisan seperti dibawah ini :
(Kalimat Positif), Subject + to be /auxiliary verb + Too
Contoh kalimat :
  1. Yusuf is eating rice, Adam is too (Yusuf sedang makan nasi, Adam pun juga) 
  2. Iddris always studies science, Saleh does too (Iddris selalu belajar inggris, Saleh pun juga)
  3. Maryam will go to Solo, I will too (Maryam akan pergi ke Solo, Saya pun juga)
  4. Sulaiman ate breaf yesterday, Musa did too (Sulaiman makan roti kemarin, Musa pun juga)

Kalimat Negatif

Sama halnya dengan kalimat positif yang mempunyai 2 bentuk kalimat penyama yaitu so dan too, didalam kalimat negatif ini juga memiliki 2 bentuk melainkan berbeda yaitu dengan menggunakan Neither dan Either.

Kalimat Negatif - Neither

Kalimat negatif dengan menggunakan neither ini hampir sama dengan "So" namun digunakan dalam kalimat negatif. Strukturnya sebagai berikut :
(Kalimat Negatif), Neither + to be/auxiliary verb + S
Contoh kalimat :
  1. They aren't playing football, Neither is Ismail (mereka tidak bermain bola, begitu juga Ismail)
  2. Lukman will not go to Solo, Neither will you (Lukman tidak akan pergi ke Solo, begitu juga Kamu)
  3. Nuh doesn't sleep, Neither do they (Nuh tidak tidur, Begitu juga mereka)
  4. Budi didn't study yesterday, Neither did Ani (Budi tidak belajar kemarin, Begitu juga Ani) 

Kalimat negatif - Either

Kalimat negatif dengan menggunakan either ini terletak di belakang layaknya too, namun digunakan dalam kalimat negatif. Strukturnya sebagai berikut :
(Kalimat negatif), S+ to be/auxiliary verb + not + either
 Contoh kalimat :
  1. They aren't playing, Ismail is not either(mereka tidak bermain bola, Ismail pun juga)
  2. Lukman will not go to Solo, You will not either (Lukman tidak akan pergi ke Solo,Kamu pun juga)
  3. Nuh doesn't sleep, They do not either (Nuh tidak tidur, mereka pun juga)
  4. Budi didn't study, Ani did not either(Budi tidak belajar kemarin,Ani pun juga)
Itu saja yang bisa saya sampaikan, ada kekurangan atau kesalah kita tunggu sarannya Terimakasih

Wassalamualaiku Warahmatullahiwabarakaatuh

Pembelajaran Tentang Passive Voice/ Kalimat Pasif


passive voice/kalimat pasif
speaking english
Passive Voice atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan kalimat pasif adalah kalimat yang tentu saja tidak aktif. Kalimat Pasif merupakan kalimat yang subjeknya dibelakang, bisa dikatakan juga dengan kalimat yang subjeknya dikenai sesuatu perbuatan atau aktifitas.

Struktur Penulisan Passive Voice :
 To be + V3
Perubahan dari kalimat aktif ke pasif ini merubah pola kalimat sehingga subjek yang digunakan akan menjadi objek kalimat. Perubahan subjek menjadi objek sebagai berikut :
Subject = Object
I = Me
You = You
She = Her
He = Him
They = Them
We = Us


Dalam setiap situasi Passive Voice ini memiliki tambahan yang berbeda-beda.Tetapi pada dasarnya sama dengan strukturnya.

Situasi sekarang (Present Continuous Tense)

Ini digunakan apabila kalimat yang diucapkan sedang dilakukan oleh subjek.
Struktur Penulisan :
To be + being + V3
Contoh :
Aktif  = " I am studying English now"
Pasif = " English is studied by me "

Situasi yang Akan Datang (Future TensASe)

Ini digunakan apabila kalimat yang diucapkan adalah rencana yang akan dilakukan.
Struktur Penulisan:
Will + be + V3
Contoh :
Aktif = " I will watch television "
Pasif = " Television will be watched by me "

Situasi menggunakan frekuensi tertentu ( Always, Usually, Sometimes dll)

Ini digunakan apabila kalimat aktifnya menggunakan kata yang termasuk ke dalam daftar "Adverb of Frequency" yaitu :
  1. Always
  2. Usually
  3. Regularly
  4. Normally
  5. Often
  6. Never
  7. Sometimes
  8. Occasionally
  9. Rarely
  10. Seldom
  11. Never, etc
Struktur Penulisan :
S + V1(s/es) + O  --> O + To be(is,am,are) + V3 + by + S
Penggunaan To be harus sesuai denga subjek yang kita terangkan.
"Is"     untuk subjek He, She, dan It
"Are"  untuk subjek They, We, You
"Am"  untuk subjek I

Contoh :
Aktif = "he always buys books"
Pasif = "books are always bought by him"

Situasi kalimat peristiwa lampau (Past Tense)

Ini digunakan ketika kalimat pasif bersifat lampau atau sudah terlaksana.
Struktur penulisan :
S + V2 + O ==> O + was/were + V3 + by + S
Penggunaan was/were sama seperti to be (is,am,are) hanya saja berbentuk lampau.
"Was"  untuk I, He, She, dan It
"Were" untuk They, We, You

Contoh :
Aktif = "Ani drank water yesterday"
Pasif = "Water was drunk by Ani yesterday"

Pakaian Laki-laki Sesuai Syariat Islam

Pakaian Laki-laki sesuai syariat Islam

pakaian laki-laki sesuai syariat islam
pakaian muslimin
Pakaian merupakan karunia dan nikmat dari Allah Ta'ala yang sangat besar. Dengan pakaian kita dapat menutupi keburukan, aib atau sesuatu yang memalukan dari diri kita. Untuk laki-laki yang masih yang belum rusak pemahamannya, pasti tidak suka apabila auratnya terbuka. Contohnya ketika Nabi Adam dan Hawa terpengaruh 'bujuk rayu' iblis untuk memakan buah yang terlarang dan karena nya terlepas seluruh pakaiannya. Maka segera mereka menutupi tubuh masing-masing dengan dedaunan surga. Allah Ta'ala berfirman :
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
 يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَىَ ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dati tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat" [QS Al-A'raaf, 2]

Laki-laki memiliki aurat yang wajib ditutupi tidak boleh diperlihatkan kepada sembarangan oadarang yang haram melihat aurat orang lain, begitu juga dengan perempuan. Bagian aurat dari laki-laki adalah dari pusar hingga ke lutut sedangkan perempuan adalah seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan.

Kata "Aurat" berasal dari kata ['Awara] yang maknanya 'aib (cela) dan suatu kekurangan. Dan kata 'auratul insaan' (Aurat manusia) dalam bahasa arab maknanya adalah sesuatu yang tercela apabila nampak oleh pandangan mata dan yang membuat malu seseorang.

Dari pembahasan diatas kita sudah mengetahui makna aurat yang sebenernya, yaitu sesuatu yang membuat malu seseorang. Dan dari itulah haram bagi laki-laki atau perempuan jika memperlihatkan auratnya kepada sembarangan orang. Namun di zaman yang serba maju hingga sampai didekat zaman akhir ini keterbalikan dari makna aurat yang sebenarnya, perempuan-perempuan sekarang justru bangga ketika mereka bisa memperlihatkan aurat mereka kepada kalayak umum dan cenderung malu ketika harus menggunakan jilbab dan menutup auratnya.

PAKAIAN LAKI-LAKI

Istilah pakaian yang baik digunakan adalah sebagai berikut :

1. Izaar
 Izaar adalah jenis pakaian yang dipakai mula dari pertengahan badan(dari pusar) akan tetapi tidak mengikuti bentuk atau lekuk kaki. Oleh karena itu 'izaar' sering disamakan dengan sarung yang memiliki fungsi yang sama. Selain itu celana panjang yang biasa dipakai sehari-sehari dalam segi hukum sering disamakan dengan izaar terkecuali celana "pensil" karena mengikuti bentuk lekuk kaki.

2.Qamiis
Qamiis adalah jenis  pakaian yang berjahit, mengikuti bentuk badan, yang dipakai mulai dari bagian atas badan, yaitu mulai dari pundak. Dalam tradisi di Indonesia pakaian yang dipakai laki-laki ada 2, yaitu pakaian yang digunakan untuk menutupi tubuh bagian atas dan bagian bawah. Qamiis ini serupa dengan pakaian yang digunakan untuk menutupi tubuh bagian atas, misalnya kaos, baju, kemeja dll. Wallahu a'lam

Batasan 'Izaar' 

Pertama, sampai tulang betis. Nabi shallallahu alaihi wassalam bersabda, "Izaarnya orang yang beriman adalah sampai tulang betisnya, kemudian sampai setengan betisnya, kemudian sampai kedua mata kakinya. Apa yang lebih rendah dari hal itu ada di neraka." [HR. Ahmad & Abu 'Awanah]

Kedua, sampai setengan betis. Dari 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu anhu beliau berkata, "Dahulu izaar (sarung) nya Nabi adalah sampai setengan betis." [HR. At-Tirmidzy]

Ketiga, dari bawah pertengahan betis sampai mata kaki. Dr. Bakr Abu Zaid rahimahullah berkata, "Batasan ketiga (untuk izaar yaitu sarung dan juga celana panjang) letaknya adalah dibawah pertengahan betis sampai mata kaki. Letak ini, sudah ada kepastian pembolehannya di dalam kitab-kitab hadist. Kaum muslimin juga sepakat bahwa itu dibolehkan, tanpa makruh sedikitpun" 

Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Izaar seorang mukmin adalah sampai pertengahan  betis & tidak apa-apa atau tidak masalah antara pertengahan betis dan mata kaki." [HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah]

Pakaian Sampai Mata Kaki Adalah Sunnah

Menurut Dr. Bakr Abu Zaid rohimahullah, memakai sarung, celana panjang dan yang semisalnya sampai mata kaki (mata kaki tidak tertutup) adalah sunnah.

Dalilnya adalah sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam, "Izaar (batasan) memakainya sampai setengan betis." Ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam melihat hal itu sulit dan berat bagi umat muslimin beliau lantas bersabda, "Izaar (batasan) sampai mata kaki, tidak ada kebaikan sama sekali apa yang ada dibawah itu." [HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Bakr Abu Zaid]

Nabi shallahu alaihi wasallam  bersabda, "...tidak ada hak bagi 'izaar sedikitpun (menutupi) mata kaki." [HR. Ahmad, At-Tirmidzy, An-Nasaa'i]

Dari keterangan tersebut, sebagian ulama berpendapat, maksimal panjang celana yang kita pakai adalah di atas mata kaki. Selebihnya tidak boleh , karena merupakan kesombongan, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist riwayat Ahmad. Wallahu a'lam

Kategori

Kategori